Rekomendasi Liburan Bebas Visa untuk Paspor Indonesia
Rekomendasi Liburan Bebas Visa untuk Paspor Indonesia – Paspor Indonesia memang masih jauh dari status sebagai paspor paling powerful di dunia. Faktanya, paspor Indonesia masih berada di peringkat ke-70 dan 199 negara dengan akses ke 73 negara bebas visa atau hanya membutuhkan Visa on Arrival atau eTA (Electronic Travel Authority semacam e-Visa) pada 2023 ini menurut Henley Passport Index. Jumlah itu tentu saja masih jauh dari 192 negara yang bisa diakses oleh paspor Singapura, yang ada di peringkat 1.
Visa adalah dokumen izin yang diberikan sebuah teritori atau negara kepada orang asing untuk memasuki teritori tersebut. Dalam sebuah visa, biasanya terdapat informasi mengenai masa berlaku visa atau lama waktu pemilik visa bisa tinggal di teritori tersebut dan kapan pemilik visa harus meninggalkan wilayah tersebut.
1. Thailand
Sebagai negara yang hanya memerlukan waktu penerbangan sekitar 3 jam 30 menit dari Jakarta, Thailand memberi kebebasan visa 30 hari untuk pelancong Indonesia. Negara satu ini populer sebagai tujuan wisata murah yang sarat akan pengalaman menakjubkan. Dari hiruk-pikuk kota Bangkok yang penuh dengan street food lezat dan pasar malam hingga pulau eksotis seperti Phuket dan Koh Samui. Thailand menawarkan berbagai jenis wisata yang seru. Budaya lokal yang masih kental dan keramahan warganya turut menjadi nilai tambah ketika berkunjung ke Negeri Gajah Putih ini.
2. Kazakhstan
Negara ini termasuk negara bebas visa bagi WNI yang ingin berkunjung dalamjangka pendek. Asalkan tujuan kunjunganmu untuk wisata, bisnis atau kunjungan singkat dan durasi tinggalnya tidak melebihi dari 30 hari. Kebijakan bebas visa ini tentu memudahkan para pelancong Indonesia yang ingin menjelajahi keindahan alam. Mulai dari pegunungan bersalju, danau jernih, hingga padang rumput luas dan budaya Kazakhstan.
3. Maroko
Negara tanpa visa berikutnya yang patut dikunjungi oleh WNI adalah Maroko. Negara ini memberikan bebas visa hingga 90 hari untuk pelancong asal Indonesia. negara ini cocok bagi kamu yang ingin merasakan suasana eksotis khas Afrika Utara. Beberapa kota, misalnya Maarakech dan Fez menawarkan pemandangan pasar tradisional (souk) yang penuh warna dan bangunan bergaya Moor yang megah. Selain itu, kamu juga tidak boleh melewatkan pesona gurun Sahara serta pengalaman tidak tergantikan naik unta.
Baca Juga : Rekomendasi Wisata Nusa Penida Dengan Keindahan Alam Luar Biasa
4. Brazil
Brazil menawarkan bebas visa selama 90 hari untuk WNI. Negara di Amerika Selatan ini memiliki daya tarik wisata yang sangat beragam, dari budaya, alam hingga olahraga. Kamu bisa menikmati kemegahan Patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro, mengikuti festival Rio Carnival yang penuh watna atau menjelajahi keindahan alam seperti Air Terjun Iguazu yang spektakuler. Negara ini turut menjadi surga bagi para pecinta dan pencinta sepak bola.
5. Serbia
Khusus bagi pelancong Indonesia yang hendak berkunjung ke Serbia tidak harus menyertakan visa dalam kurun waktu 30 hari. Negara ini mungkin saja belum terlalu populer dikalangan turis Indonesia. Tetapi menyimpan banyak kejutan menarik. Kota Belgrade menjadi destinasi tepat bagi pelancong yang memdaukan seni, budaya dan sejarah, serta suasana malam yang begitu dinamis. Nehara satu ini juga cocok untuk pelancong yang menyukai sejarah Eropa Timur, benteng tua, juga pemandangan alam yang indah di kawasan Balkan.
6. Maladewa
Maladewa, negara kepulauan di Samudra Hindia, memberi visa on arrival selama 30 hari yang praktis bagi WNI. Meski secara teknis bukan 100% bebas visa, prosesenya sangat mudah dan tidak memerlukan pengajuan sebelumnya. Dikenal sebagai destinasi mewah, Maladewa menawarkan pengalaman menginap di villa terapung diatas air, pemandangan bawah laut yang memesona, serta suasan romantis yang cocok untuk pasangan. Meski terkesan mahal, kini banyak opsi akomodasi yang lebih terjangkau. Selain enam negara yang bisa dikunjungi dengan bebas visa juga terdapat negara maju yang turut memberikan bebas visa. Namun bagi pelancong Indonesia wajib melakukan registrasi pra-keberangkatan secara online.